Majukan BUMDes, Pemerintah Desa Bersama Lembaga Desa Burangkeng adakan Study Banding ke Desa Wangisagara

IMG 20221208 WA0016 compress30

Kabupaten Bekasi, News Pro Rakyat – Demi memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kepala Desa Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, Nemin bin H. Sain mengadakan kegiatan Studi Banding ke wilayah Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Rabu (07/12)

Hal ini dilakukan demi memaksimalkan BUMDes. Sebab, kinerja BUMDes merupakan faktor terpenting dalam upaya meningkatkan perekonomian desa.

Nemin mengatakan, Pemilihan lokasi studi banding tersebut bukan tanpa alasan, Desa Segarawangi merupakan salah satu Desa yang dikenal dengan BUMDesa terbaik se-Jawa Barat, yang sudah berjalan sejak lama dan terus berkembang hingga menghasilkan laba juga penyumbangkan pendapatan asli desa (PADes) hingga miliaran.

“Kita semua tahu BUMDes di Desa Wangisagara yang mampu dapat berkontribusi untuk ekonomi desa. Hal itu perlu ditiru oleh Desa Burangkeng agar terciptanya pembangunan dalam perekonomian yang berbasis pedesaan,” kata Nemin.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan informasi dan motivasi bagaimana cara dalam memaksimalkan kinerja BUMDes.

“Kita ingin apa yang telah kita dapatkan hari ini dapat bermanfaat bagi perkembangan BUMDesa di Desa Burangkeng”.

IMG 20221208 WA0015

Hal ini Nemin juga berikan ucapan terima kasih sudah menerima kedatangan para aparatur Desa Burangkeng dalam misi study Banding memajukan BUMDes di Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Semoga setelah mendengarkan pemaparan Jajaran Pemerintah Desa Burangkeng bisa menimba ilmu dan bisa dikembangkan di di Desa Burangkeng, harapnya Nemin.

Disisi lain, Sekretaris Desa Iis Lina Kartina yang mewakili Kepala Desa Wangisagara menjelaskan kemajuan BUMDes Wangisagara yang berevolusi dari Desa tertinggal menjadi Desa Mandiri.

Menurutnya, Awal dari tahun 1999 Desa Wangisagara mendapatkan bantuan dari program pembangunan prasarana desa tertinggal (P3DT) sebesar Rp150 juta. Dari anggaran yang ada, Pemdes dan tokoh masyarakat melakukan musyawarah untuk melakukan usaha dan hal apa yang akan dibangun.

Kemudian, mendapatkan kesepakatan untuk membangun pasar. Usaha untuk mengelola pasar itu awalnya hanya 3 los dan 48 kios. Dari tahun ke tahun berkembang.

“Asal mulanya sangat tertinggal, salah satu usaha membangun pasar dan uang diberi sebanyak Rp150 juta dan mulai beroperasi tahun 2000,” katanya.

Modal 150 juta itu, kemudian usaha yang digeluti semakin bertambah seperti usaha air mineral yang dikemas dalam botol, gula madu dan usaha lainya. Atas kerja sama mereka terus menghasilkan omset yang besar. Tahun 2017 Desa Wangisagara menjadi desa berkembang dan tahun 2020 masuk dalam desa mandiri.

Kata dia, Ketua Bumdes harus berani mengambil sikap yang betul-betul memiliki jiwa usaha. Selain itu, tugas Kepala Desa juga harus mengubah paradigma yang ada didalam pemikiran ketika sudah tidak menjabat kembali.

Sepemikiran pernyataan Iis Lina Kartina, ketua BUMDes Wangisagara Neneng Santiani menjelaskan, semenjak dipercayakan sebagai direktur, dirinya terus berinovasi agar Bumdes terus bisa berkembang dan bisa dinikmati oleh masyarakat diwilayahnya.

Agenda tersebut dihadiri Pemerintah Desa Burangkeng, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Burangkeng, dan BUMDes Burangkeng.(Dika)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *