Diduga Berkedok Sumbangan, Komite Dan Kepala Sekolah Pungut Biyaya

IMG 20221204 WA0020

Kabupaten Bekasi, News Pro Rakyat.id – Pungutan dengan berdalih sumbangan di dunia pendidikan kini kembali terdengar. Kali ini, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Cikarang Barat, yang diduga melakukan pungutan kepada peserta didik sebesar Rp 300.000 dengan dalih sumbangan konblok lapangan.

Hal itu diungkapkan salah satu wali murid yang tidak ingin ditulis namanya. Wali murid ini mengatakan bahwa pihak sekolah dan komite sekolah mengundang seluruh wali murid untuk mengadakan musyawarah bersama. Rabu, (06/11)

“Saat dalam rapat, pembahasan soal dana sumbangan untuk pembangunan konblok lapangan sekolah dan lainnya,” ungkapnya.

Screenshot 20221204 194104 1

Tidak hanya itu saja, pihak komite dan sekolah SMP negeri 5 Cikarang Barat juga mengambil kesempatan di saat awal masuk sekolah dengan di adakannya jual beli seragam sekolah dengan harga Rp. 750.000, per-siswa.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 5 Cikarang Barat, Ali Subagio, SPd , saat ditemui oleh tim wartawan, tak membantah adanya pungutan itu. Namun ia menegaskan, bahwa itu merupakan sumbangan yang ditarik dari wali murid. Hal itu dilakukan atas permintaan komite sekolah dan telah disepakati para wali murid. Tegasnya

“Itu atas kehendak komite dengan para wali murid, kami pihak sekolah mengikuti saja. Alasan mereka itu kan baik, untuk memajukan sekolah,” terangnya.

Dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012. Dalam Pasal 9 Ayat 1 menyebutkan, satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan / atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan, serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 menegaskan, komite sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/wali murid. (A.Gunawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *