Rumah Panggung di Kampung Wisata Bojong Honje Desa Cibuntu, Tak Termakan oleh Waktu

IMG 20220802 WA0052

Penulis : Dede Ahmad Sugandi Dosen Pembimbing Lapangan : Jojor Renta Maranatha, M. Pd.

News Pro Rakyat.id – Di Indonesia, rumah panggung bukan merupakan bentuk hunian yang baru. Di berbagai daerah di
penjuru negeri, banyak masyarakat yang sudah sejak dahulu kala mendirikan rumah adat berbentuk
panggung, contohnya di Kampung Wisata Bojong Honje, Desa Cibuntu. Rumah-rumah panggung masih
banyak dijumpai di Desa Cibuntu.

Rumah Panggung ini masih banyak digunakan di Kampung Wisata Bojong Honje yang berada di
RT 09/RW 02 Desa Cibuntu, Kec. Wanayasa, Kab. Purwakarta. Sebelum adanya rumah tembok, warga menggunakan rumah panggung dan sekarang hanya di Kampung Wisata Bojong Honje yang semua rumahnya masih panggung.

Rumah panggung di Kampung Wisata Bojong Honje ini milik hak pribadi warga. Alasan warga Kampung Wisata Bojong Honje masih menggunakan rumah panggung salah satunya
adalah transportasi.

IMG 20220802 WA0053

“Ketika warga ingin membangun rumah tembok mobilitas angkut barangnya sulit dan bisa dua kali lipat karena akses jalan menuju Kampung Wisata Bojong Honje hanya cukup untuk satu
motor. Jadi biasanya kalau ada pembangunan disana biasanya menggunakan tenaga ahli, khusus untuk mengangkut barang, walaupun disana masih kental gotong royongnya tapikan tidak mungkin menggunakan gotong royong tiap hari” tutur Kepala Desa, Ihwanudin (28/07/22).

Lanjut Kepala Desa, alasan lainnya
adalah mayoritas bertani, dan berkebun jadi untuk bahan bangunan seperti kayu, mereka memadai.

Bagaimana perawatan rumah panggung Kampung Wisata Bojong Honje ?

“Untuk perawatan
rumah di Kampung Wisata Bojong Honje ini biasanya contoh mau hajatan melakukan pengecatan rumah, pengapuran rumah. Di atas cadasnya (batu penyangga bawah) kalau dilihat bawahnya biasanya agak keliatan rayap, nah biasanya diolesi oli atau residu, jadi si rayapnya ga naik. Dulu pengapuran itu rutin disana tapi sekarang di cat dengan cat kayu setiap mau 17 agustusan.Intinya kalau rumah panggung itu yang penting diisi, karena ada hawa dari manusia, kalau diisi pasti kuat, kalau tidak ada penghuninya itu cepat rusak.” jawab Kepala Desa, Ihwanudin (28/07/22).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.