Survei Masalah Sampah Desa Cibuntu

IMG 20220731 WA0052

Penulis: Kanya Sekar Assyfa

News Pro Rakyat.id – Berdasarkan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 272.229.372 jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu berarti potensi volume sampah Indonesia tahun 2022 mendatang sebanyak 190,5 ribu ton per hari.

Begitu pun dengan Desa Cibuntu yang saat ini masih sulit untuk mengolah sampah. Desa Cibuntu tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah Sementara, sedangkan TPS Desa Cibuntu saat ini  hanya ada di depan rumah Pa Dusun, karena tidak tersedianya lahan untuk membuang sampah, maka sampah tersebut tergeletak begitu saja dan akan diambil oleh petugas setiap 2x seminggu untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, sampah pada kampung Bojong Honje tidak dapat dikirim ke  Tempat Pembuangan Akhir  (TPA) karena sampai saat ini kampung Bonjong Honje belum dapat diakses oleh Truk sampah karena akses jalan yang tidak memadai. Maka dari itu desa melakukan sosialiasi kepada masyarakat Bojong Honje mengenai pengolahan sampah.

IMG 20220731 WA0053

“Sampah yang dapat dimanfaatkan akan kami jadikan pupuk. Ada juga sampah yang bermasalah, mungkin bisa dikumpulkan dan dapat didaur ulang. Jika tidak memungkinkan akan dibakar,” ucap Kepala Desa Ikhwanudin (28/07/22).

Karena tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), dan ada wilayah yang tidak memiliki akses jalan memadai. Pembuangan sampah di Desa Cibuntu ini menjadi suatu masalah yang belum terpecahkan.

Sebenarnya, Banyak sekali cara untuk mengelola sampah, salah satu cara yang dapat kita lakukan yaitu mendaur ulang sampah menjadi pupuk, kerajinan tangan, dll.

Setelah melihat peristiwa ini, “Kami sebagai mahasiswa memberikan jalan keluar, dengan menyediakan bak sampah di masing masing RT untuk mengurangi pembuangan sampah di pinggir jalan, dan mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.