3 Kawanan Pelaku Begal Sadis di Setu Diringkus,1 DPO Diburu

IMG 20220609 WA0007

Bekasi, Pro Rakyat.id – 3 dari 4 pelaku kawanan pelaku begal sadis yang beroprasi di Jalan MT Haryono, Desa Tamansari, Setu, Kabupaten Bekasi akhirnya berhasil digiring ke kepolisian sektor (Polsek) Setu. Rabu (25/05)

Ketiga pelaku yang diringkus adalah SH, A, dan MR, dari 3 pelaku tersebut salah satunya masih dibawah umur, dan MR merupakan otak dari begal sadis.

Ajun Komisaris Polisi Sugeng Haryanto sebagai Kapolsek Setu mengatakan dalam kronologis penangkapannya, Pelaku SH ditangkap seorang diri usai terjatuh dari motor Vario biru berpelat B 4562 KJKdi Jalan MT Haryono dalam upaya pelariannya, kemudian dari hasil pengembangan 2 tersangka lainya A dan MR berhasil di amankan pada Selasa (7/6).

IMG 20220608 122045 scaled

Sugeng menyampaikan, aksi pembegalan sadis ini bermula di saat korban yang bernama Marjaya sebagai supir boks sedang beristirahat dia area pom bensin, 4 pelaku kawanan begal sadis ini menghampiri dengan menggunakan 2 motor beserta benda tajam di tangannya dan memaksa korban untuk menyerahkan barang-barang berharga.

Meski sudah mendapatkan barang berharga milik korban, kawanan tersebut tetap membacok korban hingga menyebabkan tangan korban terluka.

“Dalam kondisi terluka akibat bacokan, korban dengan brani mengejar pelaku. Kemudian, setibanya di pertigaan, ada salah satu sepeda motor yang terjatuh dan tertabrak oleh kendaraan lain, sehingga pelaku yang berinisial SH jatuh dengan kaki yang patah”. ungkap Sugeng.

Disaat pelaku terjatuh, korban sontak berteriak. Lantas, anggota Polsek Setu yang sedang patroli di wilayah tersebut langsung mengamankan SH dan 3 diantaranya meninggalkan SH. Pihak Polsek Setu tidak tinggal diam langsung melakukan pengembangan dan menangkap dua pelaku.

Sementara satu pelaku kawanan tersebut yang bernama Tegar Yuda berhasil melarikan diri dan Masuk Dalam Pencarian Orang (DPO)

Barang bukti yang berhasil di amankan barang bukti berupa sebilah celurit, baju yang digunakan pelaku, beberapa telepon genggam dan sepeda motor milik SH.

Pihak kepolisian dalam kasus ini akan disangkakan dengan pasal 365 ayat (2)KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara. (Dika)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.