Tanggulangi Pengangguran di Kab Bekasi, Disnaker Minta ASPHRI Bantu 

id4898 Compress 20220605 084437 7415

Kabupaten Bekasi, News Pro Rakyat – Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) menggelar acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi ASPHRI 2022 yang berlangsung di Java Palace Hotel Kota Jababeka Cikarang, pada Sabtu (04/06/2022).

Mewakili Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Suhup, Ketua KADIN Kabupaten Bekasi, Heri Noviar, SE, Sekretaris Forum Investor Bekasi (FIB) Dr Salahudin Gaffar, SH, MH serta sejumlah undangan lainnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Suhup berharap para HRD yang tergabung di ASPHRI bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, terutama penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami minta bapak ibu yang disini untuk bisa memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal, terkait dengan kompetensi warga lokal yang masih belum optimal, sudah dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pemagangan melalui balai latihan kerja (BLK),” ujarnya.

Pihaknya juga meminta semua unsur ketenagakerjaan, untuk menjalankan hubungan industrial Pancasila serta bersinergi agar permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi dapat ditangani dengan baik.

Ketua Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI), Dr Yosminaldi, SH, MM menyampaikan, acara halal bihalal halal tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam membangun hubungan industrial antara HRD perusahaan, pengusaha dan pemerintah daerah.

“Asphri siap berkontribusi dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Apalagi saat ini sudah ada Gedung Tripartit. Saya rasa persoalan ketenagakerjaan bukan unsur Tripartit saja, tapi perlu adanya masukan dari kami yang memang paham soal kebutuhan human resources di perusahaan, dan juga unsur lainnya seperti akademisi,” kata Yosminaldi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi, Heri Noviar mengatakan, dibutuhkan peran stakeholder terkait dalam memecahkan persoalan ketenagakerjaan, untuk memetakan dan membuat cluster-cluster semisal tim vokasi yang terdiri dari berbagai unsur.

“Tim vokasi ini memberikan masukan dan menjalankan pelatihan bagi warga lokal, dilihat ada berapa jumlah yang dibutuhkan untuk bekerja di industri, karena tidak semua warga bisa ditampung, kita buat pelatihan jadi wirausaha atau bahkan petani nantinya disiapkan keterampilannya termasuk penyaluran distribusi usahanya,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.