Kronologi Meninggalnya Bupati Bekasi karena Covid-19, Sempat Tak Kebagian ICU

BEKASI, KOMPAS.com – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid -19 pada Minggu (11/7/2021). Bupati sempat menjalani perawatan selama 10 hari di dua rumah sakit, yakni di RS Permata Bekasi dan Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang. Perawatan dilakukan di Tangerang setelah Sang Bupati tak mendapat ruang ICU di wilayahnya sendiri yang penuh dengan pasien.

26 Juni 2021 Kegiatan terakhir Bupati Eka yang dipublikasikan oleh Pemkab Bekasi tercatat dilakukan pada 26 Juni. Saat itu, Eka membuka Pelatihan Penanganan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang dilaksanakan secara virtual. Dalam pelatihan ini, ia mengajak relawan dan semua lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. Setelah acara itu, praktis kegiatan Eka tak lagi terpublikasi. Pemkab Bekasi hanya menampilkan Plh Sekda hingga perwakilan-perwakilan OPD dalam setiap acara sebagai pengganti Eka.

1 Juli 2021 Bupati Bekasi terkonfirmasi positif Covid -19. Awalnya, kondisi kesehatan Eka turun dan dicek trombositnya sempat drop. Dokter di RS Permata Bekasi pun menduga Eka terkena demam berdarah. Namun, setelah dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya reaktif. Eka pun menjalani pemeriksaan PCR dan terkonfirmasi positif Covid-19.

5 Juli 2021 Pemkab Bekasi secara resmi mengumumkan kondisi kesehatan Bupati Eka melalui laman sosial media Twitter, @pemkabbekasi. Berikut isi pernyataan resmi tersebut: “Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja terkonfirmasi Positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti. Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil Swab PCR pada Kamis (1/7), Bupati Eka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” demikian yang tertulis dalam akun Twitter, @pemkabbekasi. “Enny juga menyampaikan bahwa Bupati Bekasi kini sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang, sejak Minggu (4/7) pagi.” “Saat ini Bapak Bupati dalam kondisi cukup stabil, kondisi jantung dan tekanan darah normal namun karena beliau ada komorbid jadi harus dilakukan perawatan di Ruang ICU,” ungkapnya. “Warganet, mari sama-sama kita doakan untuk kesembuhan Bupati Bekasi @ekasupriatmaja, ya. Agar beliau dapat beraktivitas dan melayani masyarakat Kabupaten Bekasi tercinta.” Dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com, Enny mengungkapkan bahwa Bupati Eka memiliki komorbid hipertensi. Saturasi oksigen Eka juga sempat turun sehingga harus mendapat perawatan intensif ruang ICU.

6 Juli 2021 Bupati Eka dipindah ke Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, karena tidak mendapatkan ICU di rumah sakit sekitar Kabupaten Bekasi. Hal ini dibenarkan Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah kepada Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

11 Juli 2021 Bupati Bekasi Eka dikabarkan meninggal dunia pada pukul 21.30 WIB ketika sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam. Kepala Sub-Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Ramdhan Nurul Ikhsan membenarkan informasi mengenai Bupati Bekasi meninggal dunia. “Betul sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Ramadhan saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (11/7/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.